BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ilmu Budaya Dasar diajarkan di Universitas agar dapat mencetak mahasiswa-mahasiswa yang bukan hanya handal di bidangnya, tetapi juga dapat memiliki Ilmu Sosial dan kebudayaan yang tinggi. Kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh mahasiswa adalah kemampuan akademik, kemampuan profesi, dan kemampuan pribadi.
Kemampuan akademik dan profesi adalah kemampuan yang didapat oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran di kampus sesuai kurikulum yang ada. Sedangkan, kamampuan pribadi diharapkan dapat didapatkan oleh mahasiswa dalam mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar).
Oleh karena itu posisi Ilmu Budaya Dasar cukup penting dalam pembentukan mahasiswa yang Bertaqwa kepada Tuhan YME, Berjiwa Pancasila, Memiliki wawasan Sejarah perjuangan bangsa, Memiliki wawasan dan pendekatan dalam menyikapi permasalahan sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan, Memiliki wawasan tentang kehidupan bermasyarakat.
1.2. Maksud dan Tujuan
Dalam Penulisan ini bertujuan sebagai menambah pemahaman Saya tentang IBD (Ilmu Budaya Dasar) dalam hal Spiritual dalam kehidupan sehari-hari yang bertujuan untuk :
- Memenuhi tugas mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar).
- Memahami tentang manusia sebagai makhluk berbudaya.
1.2. Teori (Sumber)
Spiritual berasal dari kata spirit yang berarti roh. Kata ini berasal dari bahasa Latin, spiritus, yang berarti napas. Selain itu kata spiritus dapat mengandung arti sebuah bentuk alkohol yang dimurnikan. Sehingga spiritual dapat diartikan sebagai sesuatu yang murni. Diri kita yang sebenarnya adalah roh kita itu. Roh bisa diartikan sebagai energi kehidupan, yang membuat kita dapat hidup, bernapas dan bergerak. Spiritual berarti pula segala sesuatu di luar tubuh fisik kita, termasuk pikiran, perasaan, dan karakter kita.
1.4. Metodologi
1.4.1. Persiapan
Dalam penulisan ini saya mengangkat tema tentangManusia sebagai makhluk berbudaya. Adapun sub-sub pembahasan dalam tulisan ini adalah pentingnya spiritual dalam kehidupan sehari-hari, pengaruh agama dalam kegiatan sehari-hari. Tulisan ini saya buat dengan menambahkan beberapa sumber teori dari beberapa website.
1.4.2. Identifikasi
· Tujuan identifikasi ini adalah untuk mengetahuipentingnya spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
· Mempelajari pengaruh agama dalam kegiatan sehari-hari.
· Mempelajari cara mengasah spiritualitas.
1.4.3. Penulisan Tugas
Setelah terselesaikannya proses di atas, maka tahap selanjutnya adalah penulisan tugas dengan tema Manusia sebagai makhluk berbudaya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.
1.5. Studi Kasus
Dalam penulisan ini saya mengangkat kasus tentangfenomena yang umum terjadi dalam masyarakat, yaitu seringnya masyarakat lupa dalam melakukan kewajiban beragama dalam kehidupan sehari-hari. Dewasa ini banyak yang melalaikan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT, padahal sudah dijelaskan dengan sangat gamblang bahwa jika hukum sebuah kewajiban adalah jika dilaksanakan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan mendapatkan dosa.
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam era globalisasi yang serba canggih ini, kebanyakan manusia menjadi bersifat individualis dan sangat konsumtif. Hal ini banyak disebabkan oleh pengaruh dari kebudayaan luar terutama kebudayaan masyarakat barat yang terbiasa dengan pola hidup headonisme. Oleh sebab itu salah satu hal yang harus kita perkuat dalam mencegah pengaruh pola kehidupan tersebut adalah iman dan islam. Iman ini harus kita asah seiring dengan berjanannya waktu, dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjalankan setiap perintah-NYA dan menjauhi semua larangan-NYA, serta menjalankan sunnah-sunnah-NYA. Dengan memperkuat iman dan islam maka kita akan ditenangkan dalam menjalani hidup, dimudahkan dalam setiap pekerjaan, diberikan kesabaran lebih dalam menghadapi setiap cobaan dan sangat banyak lagi manfaat yang akan kita rasakan jika iman dan islam kita sudah terasah dengan baik sesuai yang telah dijanjikan Allah SWT.
2.1 Pentingya Spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari
Spiritual berasal dari kata spirit yang berarti roh. Kata ini berasal dari bahasa Latin, spiritus, yang berarti napas. Selain itu kata spiritus dapat mengandung arti sebuah bentuk alkohol yang dimurnikan. Sehingga spiritual dapat diartikan sebagai sesuatu yang murni. Diri kita yang sebenarnya adalah roh kita itu. Roh bisa diartikan sebagai energi kehidupan, yang membuat kita dapat hidup, bernapas dan bergerak. Spiritual berarti pula segala sesuatu di luar tubuh fisik kita, termasuk pikiran, perasaan, dan karakter kita. Apa hubungannya dengan kehidupan sehari-hari ?, dan apa pentingnya spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari ?.
Spiritualitas seorang manusia sangatlah berpengaruh dalam kehidupan sehari-harinya. Dapat diambil contoh, jika seorang manusia yang taat dalam menjalankan perintah agama dan tebal keimanannya. Maka akan berpengaruh dalam kehidupan sehari-harinya, misalnya dia akan lebih bertutur kata yang lembut dalam ucapannya dan tidak akan sekalipun meninggalkan kewajibannya sebagai umat beragama. Besar sekali manfaat yang dapat kita peroleh jika Spiritualitas dapat kita sandingkan dengan kehidupan sehari-hari, niscahya akan terbentuk pribadi-pribadi yang unggul.
2.2 Pengaruh agama dalam kehidupan sehari-hari
Besarnya peran agama dalam kehidupan sehari-hari memegang peran yang sangat penting. Dalam kehidupan di dunia ini harus terjadi keseimbangan antara spiritualitas dan aktivitas. Jika Spiritualitas yang terlalu besar, maka kehidupan dalam unsur materi (harta) akan kekurangan. Sebaliknya, jika aktivitas yang kita utamakan tanpa memperhatikan spiritualitas (agama) maka batin kita akan kekurangan makanan, dalam arti hati kita tidak akan tenang walaupun materi (harta) kita berlimpah.
Besarnya iman pun sangat berpengaruh dalam sikap kita menjalani kehidupan sehari-hari. Jika iman kita kuat, maka akan dimudahkan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Akan diberikan kesabaran dalam menghadapi masalah ataupun cobaan yang melanda. Dengan keimanan yang tebal, hati kita akan tenang dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan dijauhkan dari perbuatan yang keji dan munkar.
2.3 Cara Mengasah Spiritualitas
Setelah kita bahas tentang pentingnya Spiritualitas dan peranan agama dalam aktivitas sehari-hari, maka sekarang saya akan membahas beberapa cara dalam meningkatkan keimanan kita terhadap Allah SWT.
a) Sholat wajib tepat waktu, selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah
Dengan sholat, berdo'a dan dzikir kepada Allah, Inya Allah hati menjadi tenang, damai dan makin dekat dengan-Nya.
b) Sholat tahajud
Dengan sholat tahajud Insya Allah cenderung mendapatkan perasaan tenang. Hal ini dimungkinkan karena di tengah kesunyian malam didapatkan kondisi keheningan dan ketenangan suasana,yang tentu saja semua itu hanya dapat terjadi atas izin-Nya. Pada malam hari, diri ini tidak lagi disibukkan dengan urusan pekerjaan ataupun urusan-urusan duniawi lainnya sehingga dapat lebih khusyu saat menghadap kepada-Nya.
c) Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat
Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Dan dapat secepat kilat menjemput.
d) Membayangkan tidur di dalam kubur.
Membayangkan tidur dalam kuburan yang sempit, gelap dan sunyi saat kita mati nanti. Semoga amal ibadah kita selama di dunia ini dapat menemani kita di alam kubur nanti.
e) Membayangkan kedahsyatan siksa neraka.
Azab Allah sangat pedih bagi yang tidak menjauhi larangan-Nya dan tidak mengikuti perintah-Nya. Ya Allah jauhkanlah kami dari siksa neraka-Mu, karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu.Ya Allah bimbinglah kami agar dapat memanfaatkan sisa hidup kami untuk selalu dijalan-Mu.
f) Membayangkan surga-Nya.
Kesenangan duniawi hanya bersifat sementara, sangat singkat dibanding dengan kenikmatan di akhirat yang tidak dibatasi waktu.Semoga kita dapat selalu mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan Insya Allah diizinkan untuk meraih Surga-Nya. Amin.
g) Mengikuti tausyiah atau mengikuti pengajian secara rutin seminggu satu kali (minimal), dua kali atau lebih.
Insya Allah. dengan mendengar tausyiah atau mengikuti pengajian, akan meningkatkan keimanan karena selalu diingatkan kembali utk selalu dekat kpd Allah SWT. Perlu dicatat, dikarenakan iman bisa turun atau naik, maka harus dijaga agar iman tetap stabil pada keadaan tinggi/ kuat dengan mengikuti tausyiah, pengajian dsb.
h) Bergaul dengan orang-orang sholeh.
Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa tingkat keimanan kita bisa turun atau naik, untuk itu perlu dijaga agar tingkat keimanan kita tetap tinggi. Berada pada lingkungan kondusif dimana orang-orangnya dekat dengan Allah SWT, Insya Allah juga akan membawa kita untuk makin dekat kepada-Nya.
i) Membaca Al Qur'an dan maknanya (arti dari setiap ayat yang dibaca)
Insya Allah dengan membaca Al Qur'an dan maknanya, akan menjadikan kita makin dekat dengan-Nya. Menambah pengetahuan keislaman dengan berbagai cara, antara lain dengan : membaca buku, membaca di internet (tentang pengetahuan Islam, artikel Islam, tausyiah dsb), melihat video Islami yang dapat meningkatkan keimanan kita.
j) Merasakan kebesaran Allah SWT, atas semua ciptaan-Nya seperti Alam Semesta (jagad raya yang tidak berbatas) beserta semua isinya.
k) Merenung atas semua kejadian alam yang terjadi di sekeliling kita (tsunami, gunung meletus, gempa dsb).
Dimana semua itu mungkin berupa ujian keimanan, peringatan, atau teguran bagi kita agar kita selalu ingat kepada-Nya/ mengikuti perintah-Nya. Bukan makin tersesat ke perbuatan maksiat atau perbuatan lain yang dilarang oleh-Nya. Ya Allah kami mohon bimbingan-Mu agar kami dapat selalu introspeksi atas semua kesalahan yang kami perbuat, meninggalkan larangan-Mu dan kembali ke jalan-Mu ya Allah.
l) Mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT
Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah. Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya.Saat ini kita masih bisa bernafas, masih bisa makan, bisa minum, masih mempunyai keluarga, masih mempunyai apa yang kita miliki saat ini,masih mempunyai panca indera mata, hidung, telinga dan...masih bisa bernafas (masih diberi kesempatan hidup). Masih pantaskah kita tidak bersyukur dan tidak berterimakasih pada-Nya.
BAB III
PENUTUP
Demikian tulisan yang telah saya susun dengan sebaik-baiknya, semoga dengan tulisan ini dapat menambah pengetahuan kita semua tentang Pemuda dan Sosialisasi. Saya meminta maaf bila ada kesalahan-kesalahan dalam segi pengetikan maupun dalam segi materi.
Berikut adalah simpulan dari tulisan ini :
· Spiritual berasal dari kata spirit yang berarti roh. Kata ini berasal dari bahasa Latin, spiritus, yang berarti napas. Selain itu kata spiritus dapat mengandung arti sebuah bentuk alkohol yang dimurnikan. Sehingga spiritual dapat diartikan sebagai sesuatu yang murni. Diri kita yang sebenarnya adalah roh kita itu. Roh bisa diartikan sebagai energi kehidupan, yang membuat kita dapat hidup, bernapas dan bergerak. Spiritual berarti pula segala sesuatu di luar tubuh fisik kita, termasuk pikiran, perasaan, dan karakter kita.
· Besarnya peran agama dalam kehidupan sehari-hari memegang peran yang sangat penting. Dalam kehidupan di dunia ini harus terjadi keseimbangan antara spiritualitas dan aktivitas. Jika Spiritualitas yang terlalu besar, maka kehidupan dalam unsur materi (harta) akan kekurangan. Sebaliknya, jika aktivitas yang kita utamakan tanpa memperhatikan spiritualitas (agama) maka batin kita akan kekurangan makanan, dalam arti hati kita tidak akan tenang walaupun materi (harta) kita berlimpah.
· Ada beberapa cara dalam mengasah keimanan kita kepada Allah SWT.
a) Sholat wajib tepat waktu, selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah
b) Sholat tahajud
c) Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat
d) Membayangkan tidur di dalam kubur.
e) Membayangkan kedahsyatan siksa neraka.
f) Membayangkan surga-Nya.
g) Mengikuti tausyiah atau mengikuti pengajian secara rutin seminggu satu kali (minimal), dua kali atau lebih.
h) Bergaul dengan orang-orang sholeh.
i) Membaca Al Qur'an dan maknanya (arti dari setiap ayat yang dibaca)
j) Merasakan kebesaran Allah SWT, atas semua ciptaan-Nya seperti Alam Semesta (jagad raya yang tidak berbatas) beserta semua isinya.
k) Merenung atas semua kejadian alam yang terjadi di sekeliling kita (tsunami, gunung meletus, gempa dsb).
l) Mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar