Minggu, 15 November 2015

ASIK NYA UJIAN DARI ALLAH


Beberapa minggu terkahir ini, banyak diantara sahabat-sahabat saya yang bertukar pikiran tentang cobaan yang saat ini sedang dialaminya. Ijinkan saya sedikit membahasnya malam ini.
Pada dasarnya, manusia hidup akan selalu ada cobaan dan ujian. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa ujian dari Allah bisa berupa kesenangan dan kesulitan. Seperti firmanNya : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” (Al Anbiya : 35).
Banyak diantara kita mengeluh ketika diuji dengan kesulitan. Mengeluh karena merasa beratnya kesulitan yang dihadapi, mengeluh karena sulitnya mencari jalan keluar, mengeluh karena besarnya beban yang harus ditanggung, mengeluh karena kesulitan yang terlalu menyakitkan, mengeluh karena sudah lelah menghadapi kesulitan yang tak kunjung selesai, bahkan sampai ada yang mengeluh dan berpikir bahwa Allah sudah tidak sayang lagi kepadanya, naudzubillahi min dzalik.
Para alim-ulama sering mengartikan bahwa salah satu penyebab keluh-kesah yang teramat besar adalah karena kurangnya tingkat keimanan kepada Allah. Karena biasanya, pada saat ketika kesulitan tersebut tidak bisa diselesaikan dan tidak kunjung selesai, maka keyakinan atas doa yang dipanjatkan menjadi berkurang, dan ketika itulah iblis akan masuk dengan mudahnya untuk menggoyang keimanan kita.
Padahal Allah berkali-kali menyebutkan dalam Al Qur’an bahwa Dia tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuan hambanya.
“…seseorang tidak akan dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya…” (Al Baqarah : 233)
” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (Al Baqarah : 286)
“…Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar kemampuannya…” (Al An’aam : 152)
“…Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya…” (Al Mu’minuun : 62)
“…Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yg Allah berikan kepadanya…” (Ath Thalaaq : 7)
Lihatlah, Allah telah berjanji dalam Al Qur’an sebanyak 5x kepada kita bahwa Dia tidak akan membebani kita dengan ujian dan cobaan diluar kemampuan dan kesanggupan kita.
Dalam hal ini, Allah menunjukkan bahwa Dia Maha Tahu, Maha Pengasih juga Maha Penyayang. Dengan segala PengetahuanNya dan kasih sayangNya, Allah menguji kita tanpa melebihi kemampuan kita. Juga ujian tersebut sebagai bentuk kasih sayangNya dalam rangka menghapus dosa dan menambah keimanan kita.
Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa Allah percaya kepada kita bahwa kita mampu menghadapi ujian dan cobaan. Dengan segala rizki dan kekuatan yang telah Allah berikan, Dia percaya bahwa kita mampu menyelesaikan kesulitan dan melewati ujian dalam keadaan beriman.
Sekarang, semua tergantung pada kita. Apakah kita tidak percaya pada janji Allah? Apakah kita mau mengabaikan kasih sayang Allah yg diberikan lewat sebuah kesulitan? Dan apakah kita mau merendahkan diri kita dengan mengeluh dan merasa tak mampu mengahadapi kesulitan padahal Allah percaya bahwa kita mampu melewatinya?
Semoga, dengan rizki dan kekuatan yang telah Allah berikan, kita mampu melewati ujian dalam keadaan bertambah iman. Aamiin..
Wallahu a’lam.
Insya Allah Danny akan Sayang Kalian semuanya



❤❤❤❤❤❤❤❤
Semoga kita semua bisa menemukan hikmah dari berbagai cobaanNya dan naik kelas melalui berbagai cobaan tersebut.
Di dunia ini manusia berlomba-lomba, bahkan membayar mahal, mencari ujian untuk mendapat ijazah, sertifikasi atau akreditasi profesi, demi keberhasilan menggapai derajat yang tinggi di dunia yang fana. Nah, akreditasi Allah hadiahnya ada di surga, dan akan kita nikmati selamanya. Masak tidak kita kejar?
Semoga kita semua bisa lulus ujian, naik kelas sampai kelas tertinggi, dan suatu hari kita bisa berjumpa di perayaan akreditasi hidup kita di surga yang tertinggi ya. Amin Amin YRA.
❤❤❤❤❤❤❤

Tidak ada komentar:

Posting Komentar