Senin, 16 November 2015

Dibalik Awan Hitam Yang Gelap Ada Pelangi bersinar Terang


Di balik awan yang hitam, ada pelangi yang berwarna. Allah SWT menghadirkan awan hitam dan angin kencang, serta hujan dan diselingi dengan halilintar yang memekakkan telinga. Bukan karena Allah ingin menakut-nakuti kita para insan yang ada di bumiNya, tapi Allah ingin menunjukkan pada kita bahwa ada pelangi yang indah setelah hujan reda. Ya pelangi yang penuh dengan warna, pelangi yang dapat memancing setiap mata yang memandangnya.
Subhanallah, begitu juga jika dikaitkan dengan kehidupan kita, Allah menghadirkan banyak ujian untuk diri kita, bukan karena Allah tidak sayang pada kita, justru Allah ingin kita melihat betapa indahnya hikmah yang ada di balik setiap ujian yang Allah berikan untuk kita.
Bukankah badai pasti berlalu seperti dalam liriknya lagu om Crisye :)
Maka Mari kita renungkan firman Allah SWT:“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Al-Insyirah: 5-6).
Bukankan ayat ini sering kita dengar, lantas untuk apa kita gusar dan cemas. Kita harus yakin bahwa Allah tidak akan menguji HambaNya diluar batas kemampuan kita.
Imam Asy Syafi’i pernah berkata dalam bait syair:
Bersabarlah yang baik, 
maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.
Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan, 
maka ia pasti akan selamat.
Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, 
maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.
Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, 
maka Allah pasti akan memberi pertolongan.

Menangis lah Bila Perlu Kita Perlu Kita Untuk Menangis




بسم الله الرحمن الرحيم ذي الجلال والإكرام
Tangisan itu, ada yang dicintai Allah, adapula yang tidak bernilai apa-apa, adapula yang dibenciNya.
Menangislah, tapi yang benar.
Semua orang mungkin pernah menangis, tapi untuk engkau kumohon, menangislah, tapi yang benar.
Orang menangis untuk alasan yang bermacam-macam. Bayi menangis karena lapar, haus, gatal, kesakitan, atau buang air.
Anak kecil menangis karena dipukul kawannya, dimarahi  ayahnya, keinginannya tidak dituruti, atau barangnya yang hilang.
Remaja menangis karena merasa dikhianati,ditinggalkan sendiri, keinginannya tidak tercapai, tambatan hatinya diambil orang, atau dikucilkan kawan.
Seorang gadis menangis karena nyeri haid, tidak diperhatikan ayahnya, menikah gagal, atau malu berkesangatan.
Seorang istri menangis karena bertengkar dengan suami, anak-anak yang nakal, hutang yang menumpuk, atau difitnah tetangga.
Seorang ibu menangis karena anaknya mati, rumahnya terbakar, tokonya dijarah orang, atau uang arisan hilang.
Seorang lelaki menangis karena istri selingkuh, anak yang durhaka, fitnah rekan sekerja, atau sakit berkepanjangan yang tak kunjung sembuh.
Orang bergembira juga bisa menangis. Menangis karena senang.  Mahasiswa lulus  ujian skripsi menangis, setelah bersemester-semester tidak kunjung lulus. Dua pasangan yang mandul menangis, ketika tiba2 mendapat berita dari dokter bahwa sang istri hamil. Seorang pria buruk rupa menangis karena lamarannya pada gadis pujaan hatinya yang cantik nan cerdas  diterima.
Semua orang mungkin pernah menangis, dengan alasan susah maupun gembira, tapi untuk engkau Demi Allah ,menangislah, tapi yang benar.
Orang menilai sebuah tangisan dengan penilaian yang bermacam-macam. Orang bilang jika bayi menangis, itu wajar, anak menangis itu biasa, perempuan menangis itu fitrahnya, lelaki menangis itu tanda cengeng, tapi aku ingin mengatakan kepadamu; sesungguhnya tangisan itu ada yang dicintai Allah, ada yang tidak bernilai apa-apa, dan ada pula yang benar-benar dibenciNya.
Tangisan yang dibenci Allah adalah tangisan yang disertai dengan ucapan lisan yang membuat Allah murka. Tangisan yang dibenciNya adalah tangisan yang disertai keluhan atas ketentuanNya. Tangisan yang yang dimurkaiNya adalah tangisan yang tidak ridha dengan takdirNya.
Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar;
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ اشْتَكَى سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ شَكْوَى لَهُ فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ مَعَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَسَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَلَمَّا دَخَلَ عَلَيْهِ فَوَجَدَهُ فِي غَاشِيَةِ أَهْلِهِ فَقَالَ قَدْ قَضَى قَالُوا لَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَبَكَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَأَى الْقَوْمُ بُكَاءَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَكَوْا فَقَالَ أَلَا تَسْمَعُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يُعَذِّبُ بِدَمْعِ الْعَيْنِ وَلَا بِحُزْنِ الْقَلْبِ وَلَكِنْ يُعَذِّبُ بِهَذَا وَأَشَارَ إِلَى لِسَانِهِ أَوْ يَرْحَمُ
صحيح البخاري [5 /59]
Dari Abdullah bin Umar beliau berkata; Sa’d bin Ubadah sakit, maka Nabi SAW datang membezuknya bersama Abdurrahman bin Auf, Sa’d  bin Abi waqqash dan Abdullah bin Mas’ud. Tatkala Nabi masuk menemuinya, beliau mendapatinya berada dalam selimut keluarganya.  Nabi bertanya; “Apakah sudah wafat”?mereka menjawab: “Belum wahai Rasulullah”.. maka Rasulullah SAW menangis. Tatkala orang-orang melihat tangisan Nabi Saw mereka ikut menangis. Nabi bersabda; “dengarkanlah; sesungguhnya Allah tidak menyiksa dengan tetesan airmata, tidakpula dengan kesedihan hati, tetapi Dia menyiksa atau mengasihi  karena (sebab) ini –beliau sambil menunjuk lisannya–  (H.R.Bukhari)
Tangisan yang seperti inilah yang disebut dengan  Niyahah (ratapan) yang dicela keras dalam Islam.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اثْنَتَانِ فِي النَّاسِ هُمَا بِهِمْ كُفْرٌ الطَّعْنُ فِي النَّسَبِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ
صحيح مسلم [1 /207]
Dari Abu Hurairah beliau berkata; Rasulullah SAW bersabda; ada dua hal yang ada pada orang-orang dimana keduanya dalah kekufuran; memfitnah nasab dan meratapi mayit (H.R.Muslim)
Tangisan yang tidak bernilai apa-apa adalah tangisan kesedihanmu  yang semata-mata mengeluarkan airmata karena urusan duniamu. Tangisan yang tidak bernilai apa-apa adalah tangisanmu ketika kehilangan orang yang engkau cintai, atau kehilangan barangmu, atau disakiti orang yang engkau kagumi, atau hal-hal yang semakna dengan ini. Engkau hanya semata-mata mengeluarkan airmata, tapi engkau menjaga lisanmu.
Tangisan yang dicintai Allah adalah tangisan ketika engkau sendiri, menyepi, tiada teman tiada kawan, tiada kekasih tiada handai taulan, lalu engkau mengingat Allah, lalu melelehlah airmatamu…..berlinanglah butiran-butiran halus bening dari sudut penglihatanmu, karena engkau merasa banyak dosa, banyak kesalahan, banyak maksiat dan Engkau takut akan murkaNya..
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ …. وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
صحيح مسلم [5 /229]
Dari Abu Hurairah; dari Nabi SAW; ada tujuh orang yang dinaungi Allah dalam naungannya di hari tidak ada naungan selain naunganNya (hari pengadilan)………danseseorang yang mengingat Allah sendirian lalu meleleh kedua matanya. (H.R.Muslim)
Engkau menangis karena merasa selama ini tidak tahu diri…ketika berdoa kepadaNya banyak yang kau pinta, tapi ketaatan yang kau persembahkan asal-asalan.
Engkau menangis karena merasa  selama ini tidak konsisten dengan yang kau ucapkan..di luar berteriak tegakkan syariat dan jagalah ketakwaan, tapi saat sendiri kau turuti hawa nafsu tanpa malu..
Engkau menangis karena sepertinya selama ini sudah dapat ilmu banyak, tapi tidak ada yang diamalkan kecuali sedikit.
Engkau menangis karena sering berjanji kepad Allah “jika permohonanku ini dikabulkan, maka aku akan melakukan ini dan itu…” tapi tidak ada satupun yang dilakukan..kalaupun dilakukan itupun seenakknya.
Engkau menangis karena jika dihadapan si dia kau tampakkan kesalihan dan kelembutan, tapi jika sendiri kewajiban-kewajiban suci tidak ada yang kau buat peduli.
Jadi, menangislah tapi yang benar.
Orang memangis karena musibah, itu wajar tetapi jangan sampai lisan mengucapkan kata-kata yang menimbulkan murka.
Orang menangis karena musibah, sungguh indah jika disertai dengan Shobr (ketabahan).
Orang menangis saat sendiri mengingat Allah, adalah secantik-cantik jenis menangis. Tangisan inilah yang paling ikhlas,yang selamat dari Riya’, Sum’ah, dan ambisi dipuji manusia.
Menangislah, tapi yang benar.

Salam rindu dari sahabatmu
Danny

Minggu, 15 November 2015

ASIK NYA UJIAN DARI ALLAH


Beberapa minggu terkahir ini, banyak diantara sahabat-sahabat saya yang bertukar pikiran tentang cobaan yang saat ini sedang dialaminya. Ijinkan saya sedikit membahasnya malam ini.
Pada dasarnya, manusia hidup akan selalu ada cobaan dan ujian. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa ujian dari Allah bisa berupa kesenangan dan kesulitan. Seperti firmanNya : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” (Al Anbiya : 35).
Banyak diantara kita mengeluh ketika diuji dengan kesulitan. Mengeluh karena merasa beratnya kesulitan yang dihadapi, mengeluh karena sulitnya mencari jalan keluar, mengeluh karena besarnya beban yang harus ditanggung, mengeluh karena kesulitan yang terlalu menyakitkan, mengeluh karena sudah lelah menghadapi kesulitan yang tak kunjung selesai, bahkan sampai ada yang mengeluh dan berpikir bahwa Allah sudah tidak sayang lagi kepadanya, naudzubillahi min dzalik.
Para alim-ulama sering mengartikan bahwa salah satu penyebab keluh-kesah yang teramat besar adalah karena kurangnya tingkat keimanan kepada Allah. Karena biasanya, pada saat ketika kesulitan tersebut tidak bisa diselesaikan dan tidak kunjung selesai, maka keyakinan atas doa yang dipanjatkan menjadi berkurang, dan ketika itulah iblis akan masuk dengan mudahnya untuk menggoyang keimanan kita.
Padahal Allah berkali-kali menyebutkan dalam Al Qur’an bahwa Dia tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuan hambanya.
“…seseorang tidak akan dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya…” (Al Baqarah : 233)
” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (Al Baqarah : 286)
“…Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar kemampuannya…” (Al An’aam : 152)
“…Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya…” (Al Mu’minuun : 62)
“…Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yg Allah berikan kepadanya…” (Ath Thalaaq : 7)
Lihatlah, Allah telah berjanji dalam Al Qur’an sebanyak 5x kepada kita bahwa Dia tidak akan membebani kita dengan ujian dan cobaan diluar kemampuan dan kesanggupan kita.
Dalam hal ini, Allah menunjukkan bahwa Dia Maha Tahu, Maha Pengasih juga Maha Penyayang. Dengan segala PengetahuanNya dan kasih sayangNya, Allah menguji kita tanpa melebihi kemampuan kita. Juga ujian tersebut sebagai bentuk kasih sayangNya dalam rangka menghapus dosa dan menambah keimanan kita.
Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa Allah percaya kepada kita bahwa kita mampu menghadapi ujian dan cobaan. Dengan segala rizki dan kekuatan yang telah Allah berikan, Dia percaya bahwa kita mampu menyelesaikan kesulitan dan melewati ujian dalam keadaan beriman.
Sekarang, semua tergantung pada kita. Apakah kita tidak percaya pada janji Allah? Apakah kita mau mengabaikan kasih sayang Allah yg diberikan lewat sebuah kesulitan? Dan apakah kita mau merendahkan diri kita dengan mengeluh dan merasa tak mampu mengahadapi kesulitan padahal Allah percaya bahwa kita mampu melewatinya?
Semoga, dengan rizki dan kekuatan yang telah Allah berikan, kita mampu melewati ujian dalam keadaan bertambah iman. Aamiin..
Wallahu a’lam.
Insya Allah Danny akan Sayang Kalian semuanya



❤❤❤❤❤❤❤❤
Semoga kita semua bisa menemukan hikmah dari berbagai cobaanNya dan naik kelas melalui berbagai cobaan tersebut.
Di dunia ini manusia berlomba-lomba, bahkan membayar mahal, mencari ujian untuk mendapat ijazah, sertifikasi atau akreditasi profesi, demi keberhasilan menggapai derajat yang tinggi di dunia yang fana. Nah, akreditasi Allah hadiahnya ada di surga, dan akan kita nikmati selamanya. Masak tidak kita kejar?
Semoga kita semua bisa lulus ujian, naik kelas sampai kelas tertinggi, dan suatu hari kita bisa berjumpa di perayaan akreditasi hidup kita di surga yang tertinggi ya. Amin Amin YRA.
❤❤❤❤❤❤❤

Jumat, 13 November 2015

MAU TAU RAHASIA KEBERUNTUNGAN ?

Ini adalah salah satu bagian paling menyenangkan dari pelajaran hidup sukses kita. Di mana kita belajar apa sebenarnya rahasia mereka yang selalu beruntung dan hoki itu.
Rahasia keberuntungan yang kita sendiri pun kemudian bisa menerapkannya dan menjadi orang yang memiliki nasib baik di setiap kesempatan.
Anda pernah menang undian, menemukan uang di pinggir jalan, dapat door-prize atau hadiah tanpa ikut lomba, bisa pesiar ke luar negeri gratis?
Apa, belum pernah mengalami?
Atau malah sebaliknya? Anda sering banget apes, sial ataucelaka?
Lagi, buru-buru ke kantor, ban kempes di jalan yang sepi. Uang yang ditaruh di laci atau dompet dicuri orang. Di kendaraan umum kecopetan, dijambret atau ditodong. Anak sakit-sakitan. Di kantor, pas Anda melakukan satu kesalahan, pas ketahuan. Kalau yang lain yang salah, lolos-lolos saja. Usaha tidak maju-maju, jualan gak pernah laku. Kerja gak juga naik pangkat, dilangkahi sama orang baru melulu.
Dan 'apes-apes' lainnya, yang intinya Anda sering tertimpa musibah atau kerepotan, meski kecil-kecilan. Lebih-lebih lagi bila musibahnya besar.
Wah, wah, wah, hati-hati itu, itu bisa berarti sebuah pertanda, bahwa sudah saatnya Anda tahu satu rahasia ini.
Keberuntungan atau good luck tampaknya seperti suatu faktor acak (random) yang tidak bisa diperkirakan. Begitu juga bad luck, bisa datang kapan saja, tanpa permisi.
Betul? Anda juga berpikir begini? Kalau begitu, Anda benar harus membaca pelajaran berikut tentang rahasia keberuntungan ini.
Sebenarnya nasib baik atau buruk bukanlah sesuatu yang tidak memiliki pola, datang menyerang siapa saja, semau-maunya. Bukan.
Apalagi bila kita mengaku beriman, bukankan prinsip hidup kita adalah bahwa segala sesuatunya telah ada yang mengatur? Kejadian baik atau buruk yang menimpa kita, bukankah sudah ditetapkan-Nya?

Rahasia Keberuntungan


semanggi berdaun empat, tanda keberuntungan?
Jadi apa sih rahasia keberuntungan itu?
Apa benar kita akan beruntung bila menemukan "daun semanggi berhelai 4"?
"He.. he.. he... ya nggak, lah. Itu sih cuma takhayul."
Kalau mau tahu rahasia keberuntungan yang sesungguhnya, ini dia ....
Ada satu cara atau rahasia yang bisa Anda terapkan untuk memastikan bahwa nasib baik yang selama ini tidak pernah menghampiri Anda, bisa jadi sahabat Anda mulai sekarang.
Rahasia keberuntungan besar yang sama dengan yang akan membukakan pintu kesuksesan Anda, yaitu... MEMBERI...
Ya, memberi-lah yang masih menjadi kunci jawaban untuk mengatasi semua "kesialan" dan masalah dalam hidup kita.
Memberi akan mengobati semua permasalahan 'keapesan' Anda dan mengubahnya menjadi aliran 'good luck' yang tiada habisnya.
Memberi bisa menjadikan Anda orang paling beruntung (paling 'lucky dan 'hoki') di dunia dalam waktu sekejap, tanpa harus memakai jimat, mantra, jampi-jampi atau apapun yang berbau gaib-gaib dan supra-natural.
(Percaya sama saya, kalau Anda mendapat email berantai yang mengatakan Anda akan celaka kalau tidak menyebarkannya ke sekian orang, dan akan beruntung kalau melakukannya, langsung delete atau hapus saja email tersebut. Karena di sini saya akan ajarkan pada Anda satu 'ajian tolak bala'' paling ampuh sedunia).
Memberi itulah rahasia keberuntungan itu. Memberi memiliki kekuatan ajaib dalam membuka aliran nasib baik ke dalam hidup Anda. Bagaimana pasalnya?
Ini karena, sama seperti sebelumnya, memberi sudah dijamin oleh hukum tenfold return (imbalan sepuluh kali lipat) yang menyertainya.
Hukum ten-fold return inilah yang sekali lagi membuat memberi menjadi senjata ampuh memerangi segala keapesan hidup dan sebaliknya mengharuskan kita menjadi orang yang beruntung bila kita memberi.
Lengkapnya begini.

Memberi = aji tolak bala' super ampuh


Tuhan sudah berjanji akan memberikan imbalan (paling sedikit) sepuluh kali lipat terhadap semua pemberian yang telah kita lakukan, bukan?
Dan kita percaya janji Tuhan tidak akan meleset. Sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur'an: 
"Sesungguhnya janji Allah adalah selalu benar...,"
Surat Luqman: 33).

Jadi, ketika Anda memberi seseorang uang, katakan, sejumlah Rp. 100.000,-, maka Tuhan harus mengembalikannya kepada Anda sejumlah Rp. 1.000.000,-, ya bukan?
(Sepuluh kali lipatnya, ingat? Itu sebabnya di pelajaran tentangrahasia sukses terbesar saya mengatakan bahwa hukum imbalan sepuluh kali lipat ini perlu dipakai untuk membantu kita mencerna rahasia ini dengan lebih mudah).
Bila Anda berpenghasilan kecil, uang 1 juta itu akan terlihat sangat besar dan bagai rejeki nomplok, bukan? Tapi, Tuhan memang harus dan pasti menciptakan cara untuk mengembalikannya kepada Anda yang telah memberi, sesuai janji-NYA tadi.
Nah, cara yang Tuhan tempuh untuk membalas pemberian Anda inilah yang akan menjadi sumber keberuntungan Anda.
Pertama, karena cara-NYA biasanya sangat kreatif dan tidak terbayangkan oleh kita.
Kedua, karena jumlah yang dikembalikan ke kita jadi sangat besar, sehingga terlihat seperti rejeki nomplok.
Katakan Anda seorang pengangguran, tetapi Anda rutin memberi setiap bulannya Rp. 100.000,- entah bagaimana caranya. Dan ini berarti bahwa Tuhan akan segera menciptakan cara untuk memberikan Anda 10 kali 100 ribu tadi, atau Rp. 1 juta, setiap bulannya.
Maka, itu berarti Tuhan mau tidak mau harus memberi Anda sebuah pekerjaan, atau sumber penghasilan lain, atau menjadikan Anda orang yang selalu beruntung, misalnya Anda jadi bisa memenangkan undian, mendapatkan hadiah, menemukan uang, mendapat proyek, dibantu orang dan sebagainya, agar uang 1 juta rupiah tadi bisa mencapai Anda kembali.
Di mata kita itu sebuah keberuntungan bukan, seorang pengangguran mendapat 1 juta rupiah (halal) tiap bulannya, dengan cara yang bermacam-macam?
Masuk akal?
Saya berani menjamin, metode ini ampuh, karena sayalah bukti nyata bahwa memberi adalah rahasia keberuntungan.

ApesTotal.com karena pelit

Saya pernah hidup dengan mental dan cara berpikir miskin. Takut memberi, berzakat hanya setahun sekali, selalu berhemat, cemas dan khawatir kehilangan uang setiap saat. Intinya, saya hidup dengan penuh kepelitan, walau kepelitan tersebut, menurut saya, memiliki alasan yang kuat. Saya memang tidak punya uang. (Kalau ingin tahu selengkapnya tentang kesalahan terbesar saya dengan mental miskin ini, baca lagi di sini).
Tapi ternyata, semakin pelit saya, semakin sering apes-lah saya.
Bayangkan, saya pernah belanja di supermarket dan di situ saya dituduh mencopet sehingga harus digiring dan digeledah satpam di kantornya. Apa bukan sial itu? Memang saya tidak bersalah dan mereka kemudian meminta maaf akan insiden tersebut, tapi bukankah itu sebuah kesialan?
Saya pernah kehilangan kamera digital mahal yang baru sebulan saya beli dengan nyicil di kartu kredit selama setahun.Tuh, apa bukan bonyok itu namanya? Bayar cicilan tetap jalan, tapi barangnya sudah raib entah ke mana.
Saya pernah kecopetan seluruh uang gajian satu bulan yang baru saja saya terima sejam sebelumnya, bersama uang arisan teman kantor yang saya pegang. Hp dicuri orang. Komputerkesambar petir dan kebakar. Anak keserempet mobil. Suami tabrakan. Dan sebagainya.
Pokoknya, kalau saya rinci semua ke'celaka'an yang saya alami DAHULU sebelum saya tahu rahasia ini, mungkin satu website penuh ini tidak cukup, dan nama situsnya akan terpaksa saya ganti jadi APES TOTAL.com.....he...he..he. smile
Anehnya, saya tidak juga ngeh akan kondisi ini meskipun sering kali saya mendengar nasehat bernada guyon, "Wah kamu itu kurang sedekah....". (See, this is not really a secret sebenarnya, karena sudah ada orang-orang bijak dan bermata hati jernih yang tahu. Tapi orang kebanyakan, saya yakin, adalah seperti saya ini, yang gak dong..dong juga kalau tidak ditunjukkan di depan matanya).
Memang benar, kuncinya adalah memberi. (Saya gunakan istilah memberi, karena kata ini, sekali lagi, artinya jauh lebih luas dari sedekah. Sedekah hanya satu jenis saja dari makna memberi yang luas sekali).
Syetan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dan karunia. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya (balasan yang baik dari-Nya)....
~   Qur'an: Al-Baqarah: 268   ~

Tell a Friend 

UntungTerus.com dengan memberi


Sejak saya praktekkan memberi secara rutin, saya merasakan nasib saya berubah 180 derajat.
Mula-mula aliran kran rejeki saya kecil. Tapi seiring semakin rutin dan semakin besarnya jumlah yang saya berikan, entah itu dalam bentuk zakat harta yang saya bayar tiap bulannya, tidak menunggu setahun, sedekah, infak, hadiah dsb., semakin banyak pula yang kembali kepada saya. Makin besar jumlah 'kejutan-kejutan' yang saya terima. 
Berikut, daftar keberuntungan saya, yang memang lebih pantas dipajang di sini, mengingat nama website ini adalah SUKSESTOTAL.com.
(Saya harap ini memberi Anda inspirasi dan 'keberanian' untuk memberi. Karena, memberi itu bisa menakutkan, lho. Bayangkan, uang Anda tinggal Rp.50.000, untuk belanja, transport dan uang saku anak hari ini. Lalu ada orang yang meminta bantuan untuk apapun sejumlah itu. Akan beranikah Anda memberikannya, kalau itu uang terakhir Anda? Atau seperti skenario putri Nabi, Fatimah, yang hanya punya satu harta berharga, beranikah Anda memberikannya kepada seorang pengemis tidak dikenal? Atau skenario-skenario lain yang mirip seperti ini.
Ya, memberi bisa menakutkan. Jadi mudah-mudahan, bila Anda membaca apa saja yang sudah bisa saya capai dengan cuma bermodalkan "memberi" ini, Anda bisa kembali berani mempercayai "PENJAGAAN" Tuhan.)
Oh ya, semua keberuntungan yang terjadi pada saya ini, bukan terjadi dalam kurun waktu lama, lho. Semua ini terjadi hanya dalam waktu beberapa tahun (4-5 tahun) saja sejak saya mengetahui & menerapkan rahasia ini. 

  • Saya pernah mendapatkan doorprize-doorprize dan hadiah undian seperti berikut ini, TV warna 14 inch (2x), rice cooker (3x), kipas angin (2x), DVD player, lemari buku, meja komputer, voucher belanja sebuah Supermarket Rp 500.000 (juga 2x), voucher toko buku (tidak terhitung lagi sering dan banyaknya), jam tangan mahal, presto cooker, scooter anak, tiket Pesawat GARUDA Jakarta-Yogyakarta PP (hadiah doorprize utama). (Hampir semua peralatan rumah tangga saya adalah hasil hadiah.)

  • Saya pernah menemukan selembar uang Rp 50.000,- di dalam sebutir kacang dari sebungkus kacang asin yang saya beli. (Padahal, saya tidak sengaja dan tidak pernah sebelumnya membeli kacang asin merk itu.

  • Suatu saat saya sedang lari pagi, selembar uang Rp.100.00an tertiup angin dan terbang ke arah saya, entah dari mana. (Mirip film atau sinetron ya? Tapi ini benar.)

  • Saya pernah mendapat pengembalian uang pajak yang jumlahnya besar dan tanpa terduga sama sekali sekali.

  • Setiap anak saya ulang tahun (sampai sekarang), seorang teman dari luar negeri yang telah kembali ke negaranya bertahun lalu, masih dengan rutin mengirimkan hadiah ulang tahun berupa baju, mainan, buku dan sepatu anak yang bagus dan mahal-mahal.

  • Saya sering sekali diundang makan-makan di restoran dan hotel mahal, gratis. (Makanan termahal yang pernah saya nikmati sampai saat ini adalah semangkok sup jamur seharga US $ 68 (Baru satu jenis makanan saja). Dengan nilai tukar dollar AS lebih dari 12.000 ribu rupiah saat itu, saya sampai nyaris keceplosan untuk minta mentahnya saja...he...he..he.)

  • Paling tidak sudah 4 kali saya mendapat kesempatan pesiar (jalan-jalan) ke luar negeri dengan gratis, tis... semua dibayari dan malah diberi uang saku.

  • Saya pernah dikirimi hadiah ulang tahun oleh seorang teman lain lagi (padahal saya tidak merayakannya), berupa uang sejumlah 1800 dollar Australia, dengan nilai tukar saat itu Rp.8.500,- per dollarnya (atau lebih dari 15 juta rupiah setelah dikurs-kan).

  • Pernah ketika saya mengalami masalah dan tidak tahu lagi harus bagaimana karena uang yang saya butuhkan besar sekali (puluhan juta rupiah), ada saudara saya yang datang mengulurkan pertolongannya, tanpa saya harus meminta sama sekali....:-)

  • Saya sering mendapat tiket gratis menonton konser dan pertunjukkan mahal seperti Balet Rusia, pementasan teater, acrobat China, dsb..

  • Di pekerjaan saya, saya pernah mengalami kenaikan gaji 100% hanya dalam tempo satu tahun. Dan ini terjadi paling tidak 4 kali. Katakan, pertama kali saya bekerja gaji saya 800 ribu, tahun berikutnya 1,6 juta. Eh, tahun berikutnya, diberi lagi kenaikan gaji 100% jadi 3,2 juta. Dan sekarang ini, gaji saya juga sudah berlipat 2 kali lagi, jadi 6,4 juta perbulannya. (Harap dicatat, angka ini hanya ilustrasi saja bukan jumlah gaji saya yang sebenarnya).
    Coba kalau bukan beruntung, apa ini namanya? Kenaikan gaji 100 - 200 ribu perak pertahun itu sudah biasa. Tapi kenaikan dua kali lipat dari gaji yang ada, luar biasa bukan?

  • Yang tidak kalah pentingnya, sejak rutin memberi kami sekeluarga lebih banyak sehat sentosa-nya. Musim boleh berganti, kesehatan kami tetap terjaga (walau di rumah saya ada 3 orang anak kecil yang biasanya rentan penyakit). Alhamdullilah. (Bukankah ada yang bilang, kesehatan itu harta dan rejeki paling berharga?).

Alhamdullilah...alhamdulillah...alhamdulillah...
Thank you, thank you, thank you, God, for all Your blessings, guidance, protection, and everything.

PENTING
Jangan salah sangka. Saya membuat daftar keberuntungan saya di atas bukan dengan tujuan pamer atau takabur (sombong). Sama sekali bukan.3X.
Seperti sudah saya katakan, tujuan pertama saya adalah untuk memotivasi Anda agar tidak takut memberi. Untuk meyakinkan Anda bahwa MEMBERI itu "MENGHASILKAN", bahwa memberilah rahasia keberuntungan hidup itu.
saya juga ingin membuka mata Anda bahwa apa yang saya ceramahkan ke Anda selama ini itu benar adanya. Saya salah satu bukti nyatanya.
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, makaAllah pasti akan menggantinya dan DIA-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.
~   Q ur'an: Surat Saba': 39   ~
Tujuan kedua, untuk membuktikan betapa beragamnya cara yang Tuhan tempuh untuk mengembalikan pemberian kita, dengan berlipat ganda, dan membuat Anda orang yang selalu beruntung.
TUHAN itu sangat kreatif (ya iyalah, kan DIA sang MAHA Kreatif alias OUR CREATOR). Jadi seringkali cara yang dipakai-NYA untuk membalas kita juga unik dan luar biasa.
Nah, inilah yang membuat kita terus-menerus mengalami nasib baik atau keberuntungan, selama kita terus memberi.
Karena, sekali lagi, selama Anda terus memberi, Tuhan akan harus terus menciptakan cara dan sarana untuk membuat pemberian kita tadi kembali kepada kita. 
  • Bisa jadi DIA akan menghindarkan kita dari segala macam bencana, musibah, kecelakaan, penyakit atau gangguan kesehatan lainnya yang menghabiskan harta.
  • Bisa jadi DIA akan mengangkat kesedihan, kedukaan dan kedepresian dalam hidup kita sehingga kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar biaya konseling psikiater yang mahal.
  • Bisa jadi juga DIA akan mengubah suatu sistem di tempat kerja (misalnya perubahan sistem penggajian) atau bahkan di level negara (seperti perubahan perhitungan pajak yang saya alami) untuk memungkinkan kita mendapat limpahan rejeki.
  • Atau DIA akan menggerakkan hati orang untuk menolong kita, memberi kita hadiah, bantuan, perhatian dan persahabatan.
  • Atau Dia akan menjauhkan dan menjaga kita dari orang-orang yang bisa membawa keburukan dan hanya akan merugikan kita, seperti penjahat, orang yang mangajak berbuat sesat, atau semua mereka yang punya niat tidak baik pada kita
  • Bila kita karyawan, perusahaan kita akan dimajukan dan dijaga kelangsungan hidupnya, agar sumber penghasilan kita juga terus terjaga.
  • Bila kita wirausahawan, DIA bisa membuat bisnis kita ramai dan jualan kita laris manis, sehingga kita untung bertambah-tambah.
  • Atau kadang juga, imbalan kita itu diberikan dengan cara yang aneh, unik, luar biasa tapi menyenangkan, seperti menemukan uang di pinggir jalan, mendapatkan hadiah selembar uang di dalam sabun mandi yang kita pakai, menang undian, dsb.
  • Atau mungkin dengan mendapat diskon untuk pembelian yang kita lakukan, atau bunga 0% untuk pinjaman. Atau kemungkinan-kemungkinan lain yang tidak terhitung jumlahnya. (Sampai ada yang bilang bahwa Tuhan itu punya selera humor yang tinggi dan bahwa HE works in mysterious ways).
Yang jelas, dengan segala cara, pemberian kita HARUS kembali ke kita berlipat ganda sesuai JANJI-NYA.
Nah sekarang coba Anda bayangkan kalau seluruh warga bangsa ini menerapkan ikhlas memberi di setiap saat, di setiap kesempatan. Berlomba-lomba mereka untuk saling memberi, berbagi dan mengasihi sesama. Maka bukankah Tuhan kemudian harus menciptakan cara untuk memakmurkan dan memajukan bangsa ini secara keseluruhan sehingga taraf hidup SEMUA warganya MENINGKAT?
Bukankah Tuhan kemudian harus menetapkan cara agar memungkinkan semua orang yang telah memberi tersebut mendapatkan imbalan berlipat ganda mereka?
Di sinilah bagaimana memberi bila diterapkan oleh semua orang pada akhirnya akan membawa keajaiban untuk kehidupan seluruh bangsa dan negara ini.

Memberi = Isyarat meminta tolong


Sekarang ini, memberi telah menjadi salah satu alat penolong utama saya dalam kehidupan sehari-hari, dalam semua kondisi.
Entah sedang banyak rejeki, atau, terlebih lagi, pada saat saya sedang bokek. Justru, pada saat saya membutuhkan bantuan, atau semakin saya dalam masalah gawat, dan semakin saya kehabisan uang, maka hal pertama yang harus saya lakukan adalah memberi.
Karena saya tahu, dengan memberi tersebut, saya telah menghidupkan sinyal atau alarm SOS kepada Tuhan untuk mengirimkan bantuan-NYA.
Jadi kalau Anda butuh uang banyak dalam waktu cepat, apa yang Anda bisa lakukan? Ya, betul, silahkan memberi.
Uang sejumlah sepuluh kali lipat pemberian Anda, akan segera menuju Anda.
Kalau Anda sedang dalam kesulitan, apa yang Anda lakukan? Ya, betul, memberi juga.
Maka pertolongan Sang Maha Kuasa akan segera menghampiri Anda.
Bila Anda beruntun terkena musibah dan masalah, apa jalan keluarnya? sekali lagi, betul. Silahkan membayarkan zakatAnda, memberi sedekah atau hadiah.
Maka nasib malang tadi akan segera berubah.
Insya'allah... 
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari...mereka mendapat pahala...dan Tidak ada kekhawatiran ... dan tidak pula mereka bersedih hati.
~   Q ur'an: Al-Baqarah: 274  ~

Di pelajaran selanjutnya kita akan mengambil Langkha sukses pertama kita.
Jangan dilewatkan. Anda sudah melangkah sejauh ini, bukan saatnya berhenti sekarang.

KEKUATAN BERSYUKUR



Negarawan Romawi yang hebat Marcus Tullius Cicero pernah berkata, “Tindakan bersyukur adalah sumber kebajikan.” Tindakan bersyukur bukan hanya sumber kebajikan, tetapi juga sumber semua kebaikan hidup. Bersyukur membawa kasih, kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Di mana pun Anda menemukan orang-orang yang benar-benar berhasil, Anda menemukan tindakan bersyukur dalam jumlah besar. Tindakan bersyukur menciptakan medan tarik-menarik yang lebih kuat daripada yang lainnya, kekuatan daya tariknya begitu kuat sehingga tidak dapat menahan datangnya visi Anda kepada Anda.
Sisi lain koin ini adalah bahwa kurangnya perasaan syukur dapat secara luar biasa melumpuhkan Anda. Jika kita tidak berhati-hati, kita dapat melupakan semua kebaikan yang datang dalam hidup kita. Memusatkan perhatian pada apa yang tidak Anda miliki, bukannya pada apa yang benar-benar Anda miliki, melemparkan keseluruhan sistem Anda ke dalam getaran negatif dan keadaan ketidakseimbangan. Menurut Hukum Tarik-Menarik, orang-orang yang tidak berterima kasih cenderung menarik dan memanifestasikan hal yang justru mereka takutkan dan paling mereka benci: kekurangan, dalam semua bentuknya. Mereka berpikir tentang kekurangan, jadi mereka memanifestasikan kekurangan.
Untuk mengalami perasaan syukur secara terus-menerus, Anda harus memahami dan mempercayai tiga kebenaran:
  1. Situasi Anda sekarang sangatlah baik dan menjadi semakin baik.
  2. Kehidupan Anda sekarang penuh dengan hal-hal yang patut disyukuri.
  3. Hasil Anda sekarang akan terus-menerus berubah, bertumbuh, dan menjadi semakin baik.
Mari kita bahas satu persatu.

Situasi Anda Sekarang Adalah Sangat Baik dan Menjadi Semakin Baik

Menurut Hukum Relativitas, realitas kita hanya tercipta karena perbandingan. Kita dapat merasa bersyukur atau tidak bersyukur untuk apa pun situasi kita sekarang. Beberapa orang mungkin merasa benar-benar diberkati dan bersyukur untuk gaji sebesar 5 juta. Orang lain mungkin merasa sangat tidak puas dengan jumlah itu.
Untungnya, kita semua memiliki banyak hal untuk disyukuri. Kita hidup. Sebagian besar di antara kita memiliki hubungan dengan orang lain, cukup makan, tempat untuk beristirahat, dan pakaian. Agar dapat masuk ke dalam kerangka pikiran yang tidak bersyukur, kita harus melupakan semua hal itu dan berfokus pada jumlah hal yang sangat terbatas yang dengannya kita merasa tidak puas.
Misalnya, Anda mungkin tidak puas dengan penghasilan Anda sekarang. Satu-satunya cara Anda dapat merasa tidak puas adalah membandingkannya dengan sesuatu lainnya, menilainya dengan kriteria tertentu. Tidak ada yang salah dengan keinginan meningkatkan penghasilan, tetapi sebenarnya tidak berguna memikirkan jumlah uang itu sebagai terlalu besar atau terlalu kecil. Mungkin jumlah itu tidak sesuai dengan yang Anda inginkan, tetapi jumlah itu kemungkinan sangat besar jika dibandingkan dengan penghasilan tahunan rata-rata sebesar 180 dolar di Bangladesh. Ketika Anda memerhatikannya menurut pandangan itu, perasaan Anda tentang hal itu akan berubah.
Situasi Anda sekarang adalah apa pun yang dihasilkan oleh pemikiran masa lalu dan tindakan-tindakan masa lalu Anda. Situasi ini tidak baik atau buruk. Situasi ini hanya apa adanya sekarang. Itu tidak ada hubungannya dengan berapa penghasilan Anda nanti di masa yang akan datang dan tidak ada makna yang sesungguhnya kecuali makna yang Anda berikan kepadanya. Karena Anda dapat memilih untuk bersyukur atau tidak bersyukur, mengapa tidak memilih kerangka pikiran yang akan mulai menarik lebih banyak kebaikan kepada diri Anda? Sikap bersyukur adalah salah satu magnet yang paling kuat di alam semesta. Gunakan sikap itu untuk menarik lebih banyak dari apa pun yang Anda inginkan.
Pada waktu Anda mulai menjadi bersyukur secara aktif untuk semua kebaikan dalam hidup Anda, ketahuilah bahwa semakin banyak kebaikan sedang datang kepada Anda. Ketika Anda mengirimkan getaran yang positif dan penuh syukur ini, Anda tidak mungkin gagal.

Kehidupan Anda Sekarang Penuh dengan Hal-hal yang Patut Disyukuri

Untuk mengalami perasaan bersyukur yang terus-menerus, penting mengingat bahwa kehidupan Anda penuh dengan hal-hal yang patut disyukuri. Biasakan setiap hari untuk mengingat, dan bahkan mungkin mendaftar, semua hal yang membuat Anda merasa bersyukur. Ketahuilah bahwa apa pun yang tidak Anda sukai hanyalah sementara, semata-mata hasil dari pemikiran dan tindakan Anda di masa lalu, dan bahwa Anda sedang dalam proses untuk mengubahnya.
Alasan banyak orang kurang merasa bersyukur adalah bahwa mereka meniadakan semua hal baik yang mereka miliki sekarang dan berfokus hanya pada bidang-bidang yang ingin mereka perbaiki. Sebaliknya, fokuskanlah pada semua kekayaan yang sekarang Anda miliki dalam hidup Anda. Contohnya, pikirkan tentang penglihatan Anda. Berapa banyak yang akan Anda bayar untuk mengembalikan penglihatan Anda jika Anda kehilangan penglihatan? Berapa nilai kemampuan untuk berjalan atau berlari bagi Anda jika kemampuan itu hilang? Berapa harga yang akan Anda bayar untuk keluarga dan teman-teman yang penuh cinta dan setia? Berapa harga kesehatan Anda? Berapa yang akan Anda bayar untuk mengembalikan kesehatan Anda jika Anda didiagnosis memiliki penyakit yang dapat menyebabkan kematian? Jika Anda dapat melihat, berjalan, mengasihi, dan turun dari tempat tidur setiap pagi, Anda kaya tiada bandingan.
Untuk mengalami perasaan bersyukur dalam keuangan, kita hanya perlu mengingat bahwa kebanyakan dari kita hidup dalam kekayaan yang mewah dibandingkan dengan kebanyakan orang di dunia ini. Untuk mengalami perasaan bersyukur atas proses kehidupan, kita hanya perlu mengingat pikiran kita yang mengagumkan, yang dapat memahami Hukum Super dan mulai menciptakan apa saja yang kita inginkan. Kita dapat memperoleh semua buku dan pengetahuan yang kita inginkan. Kita dapat memperoleh semua pendidikan yang kita inginkan, sehingga kita terus-menerus berkembang dan bertumbuh. Kita hidup di negara yang menghargai kebebasan berusaha, dan di mana kita dapat memilih atau mengubah karir kita menurut kehendak kita. Kita dapat mengejar semangat kita tanpa gangguan, dan menciptakan apa pun yang diimpikan oleh pikiran dan jiwa kita. Ini adalah kekayaan yang sangat besar.
Salah satu hal yang saya lakukan setiap pagi adalah mengajukan pertanyaan pada diri sendiri, “Apa yang kusyukuri hari ini?” Ini adalah pertanyaan yang jauh lebih menguatkan ketimbang, “Mengapa aku mesti bangun sepagi ini?” atau “Mengapa aku tidak pergi tidur pada waktunya tadi malam?” atau “Mengapa aku harus bekerja hari ini?” Saya sarankan Anda untuk mengajukan pertanyaan setiap pagi selama tiga puluh hari, “Apa yang kusyukuri hari ini?” Ini akan membantu Anda mengingat semua hal yang Anda hargai dalam hidup Anda. Cobalah itu sekarang juga. Apa yang Anda syukuri hari ini? Jawab pertanyaan ini karena ini berhubungan dengan kesehatan, kemampuan, bisnis, keluarga, dan teman-teman Anda.
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan lain untuk dipertimbangkan:
  1. Bagaimana kurangnya perasaan bersyukur menggerakkan Hukum Tarik-Menarik untuk menciptakan apa yang tidak Anda inginkan, bukan apa yang benar-benar Anda inginkan?
  2. Bagaimana sikap bersyukur menjadi kekuatan magnetis yang kuat untuk kebesaran dalam hidup Anda?
  3. Bagaimana Anda mengingat untuk terus-menerus bersyukur?
Mengingat siapa diri Anda dan apa yang Anda miliki membantu Anda mengalami rasa syukur untuk semua karunia yang amat indah yang Anda miliki.

Hasil Anda Sekarang Akan Terus-Menerus Berubah, Bertumbuh, dan Menjadi Semakin Baik

Keyakinan penting ketiga dalam Kekuatan Bersyukur adalah keadaan Anda sekarang merupakan hasil pemikiran dan tindakan Anda di masa lalu. Karena pemikiran Anda menjadi semakin baik, hasil Anda juga akan menjadi semakin baik. Hasil yang Anda miliki hari ini tidak mewakili masa depan Anda!
Ketika Anda tenggelam ke dalam pemikiran negatif dan menjadi tidak bersyukur atas keadaan Anda sekarang, Anda mengirimkan pikiran bawah sadar Anda pesan, “Saya tidak percaya bahwa impian dan visi saya sedang terwujud. Yang saya miliki sekarang bersifat permanen dan tidak akan berubah atau menjadi lebih baik.” Pemikiran ini menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya. Anda akhirnya mewujudkan ketakutan terburuk Anda: kekurangan dan keterbatasan. Sebaliknya, tanamlah benih perasaan bersyukur dan keyakinan dalam kebun pikiran Anda yang sangat indah, dan perhatikan benih tersebut mulai berakar.
Jika Anda benar-benar memiliki keyakinan terhadap kemampuan Anda untuk berhasil, Anda akan bersyukur terlebih dahulu. Dan bersyukur terlebih dahulu memelihara keyakinan Anda. Pikiran bawah sadar Anda mulai menciptakan persis seperti yang Anda minta dan harapkan.
Kita selalu mewujudkan hasrat terbesar kita melalui perasaan bersyukur atau ketakutan terburuk kita melalui kurangnya
perasaan bersyukur. Hukum ini bekerja setiap waktu, apakah itu mendukung kita atau menentang kita. Gagasan yang mengendalikan Anda akan selalu bermanifestasi ke dalam realitas fisik.

Keyakinan yang Sedang Bekerja

Perasaan bersyukur menggerakkan kekuatan keyakinan. Anda mengetahui nasib baik Anda sedang dalam perjalanan, jadi pikiran bawah sadar Anda menggerakkan alam semesta untuk memenuhi keinginan Anda itu. Anda dapat melihat dinamika ini bekerja setiap hari. Ketika Anda bertemu seseorang yang luar biasa bersyukur untuk segala sesuatu yang ia miliki sekarang ini, Sekalipun keadaan sekarang ini tidak tepat, pesan apa yang Anda terima? Anda mungkin menerima getaran positif dan intuisi bahwa orang ini yakin akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Tidakkah hal itu memberi Anda inspirasi untuk ingin berada di dekat orang itu dan bahkan memberikan kontribusi bagi impian dan visi mereka ketika dan jika Anda dapat? Inilah yang disebut “keyakinan yang sedang bekerja.”
Ketika Anda merasa benar-benar bersyukur, pikiran bawah sadar Anda menerima pesan, “Aku mungkin tidak menyukai hasil sekarang, tetapi aku tahu hasil itu tidak lebih dari hasil pemikiranku di masa lalu. Karena itu bersifat sementara, aku dapat benar-benar bersyukur. Aku tahu nasib baik yang kupilih sedang datang ke dalam hidupku.”
Ketika Anda hidup dalam keadaan pikiran seperti ini dan melimpah dengan perasaan bersyukur, Anda dapat bersantai, menikmati, dan menghargai perjalanan hidup Anda. Pemikiran Anda yang baru sedang menarik nasib baik yang Anda cari dan layak Anda terima. Anda dapat menemukan keindahan dalam setiap orang, tempat, benda, dan saat. Orang-orang yang bersyukur adalah orang-orang yang kuat, dan kita merasa senang berada di dekat mereka.
Sebaliknya, orang-orang yang tidak bersyukur atas nasib baik mereka cenderung mengeluarkan getaran negatif dan menarik hasil-hasil negatif. Diceritakan di sebuah keluarga, ada salah satu anggota keluarga yang tidak pernah menunjukkan perasaan bersyukur atas hadiah-hadiah yang ia terima. Pada waktu Natal, ia menganggap hadiah-hadiah yang diterimanya memang sudah semestinya dan jarang memperlihatkan penghargaan atau kegembiraan. Tidak lama kemudian tidak seorang pun dari anggota keluarga berkeinginan memberinya hadiah. Lebih menyenangkan membeli barang-barang untuk anggota keluarga yang lain, yang merasa gembira menerima apa saja yang diberikan. Baik Anda sedang menghadapi anggota keluarga atau pelayan restoran, perasaan bersyukur membawa kembali kebaikan kepada Anda.
Perasaan bersyukur, lebih dari keadaan pikiran lain, membuat kita tetap terhubung dengan nasib baik kita. Dengan terus-menerus memiliki sikap bersyukur, kita berfokus pada semua kebaikan yang sudah ada dalam hidup kita dan, sesuai dengan Hukum Super, mulai menarik lebih banyak kebaikan. Perasaan bersyukur adalah keyakinan yang tertinggi.